Minggu, 12 Maret 2017

foto aktifis mahasiswa

pelatihan basis kebumen





keluarga kecil.............................





suara rakyat adalah suara tuhan...............................


mapaba 2016









presentasi guna sharing pengetahuan dan mengasah otak





pra aski untuk DPRD tuntaskan aksi OTT Kebumen

moderator dengan pemateri mizanul akrom

Sabtu, 11 Maret 2017

CURICULUM VITE (BIOGRAFI) MIFTAHURROCHMAN


Miftahurrochman, Lahir di Wonosobo pada 19 Maret 1994, adalah anak terakhir dari tiga bersaudara (Nur Hidayah dan Siti Asiyah) pasangan bapak Suratno Syamsuddin Bin Kaniareja dan Ibu Tusinah Binti Sudirman. Pendidikan awalnya dengan berguru kepada Ayahnya musholah dengan pelajaran pertama seperti membaca, dan menghafal juz 'amma (turutan), serta pendidikan agama yang diajarkan oleh guru-guru Langgar (Musholla) di Pedukuhan Kesemek desa Karangannyar.

Menempuh pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif di kampungnya, tepatnya di Desa Karangannyar, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Setelah Lulus dari MI pada 2007 kemudian melanjutkan pendidikan menengah di Madrasah Tsanawiyah Hidayatussibyan (MTsHs) Wadaslintang dan lulus pada 2010. Kemudian setelah lulus dari MTs meneruskan pendidikannya di kabupaten Kebumen sekaligus menuntut ilmu agama di PON- PES Nurul Hidayah di desa Karangsari Dusun Klepu Benner Rt 01/02. Pendidikan menengah atas di SMK TAMAN KARYA MADYA TEKNIK Kebumen lulus pada 2013.

Karena belum mampu meneruskan kuliah, kemudian ia mengadu nasib selama lebih kurang 1 tahun di daerah setempat (PON- PES) untuk bekerja sebagai kuli bengkel AC. Atas kemauan dari kedua orangtuanya, kemudian ia meneruskan study tepatnya pada 2014 baru bisa melanjutkan studi S1 di Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah di Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen.

Selain menjalankan aktivitas kesehariannya sebagai mahasiswa, ia juga masih aktif dalam dunia pergerakan kemahasiswaan dan bergumul dengan mahasiswa aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan bersentuhan langsung dengan aktivitas kaderisasi didalamnya. Aktivitas yang digelutinya di organisasi lebih pada ruang-ruang diskusi dan dialektika intelektual.

Miftah (panggilan Akrabnya) memiliki hobby: menggambar, membaca, menulis, diskusi dan berorganisasi. Selama menjadi Mahasiswa aktif di PMII dan pernah menjabat sebagai tim Advokasi Komisariat Joko Sangkrip IAINU Kebumen masa khidmat 2015-2016, menjadi Ketua Komisariat Joko Sangkrip IAINU Kebumen. Organisasi Intra kampus pernah aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers dan Jurnalistik IAINU Kebumen, Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) IAINU Kebumen dan organisasi-organisasi Intra kampus lainnya.

Sekarang ia tinggal di Sekertariat Komisariat Joko Sangkrip IAINU Kebumen Jl. Tentara Pelajar No. 55b Kebumen, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen-Jawa Tengah. Untuk menghubunginya bisa melalui nomor HP/ WA: 0856 4276 0695/ E-mail: zuwaidahmiftah@gmail.com atau miftahzuwaidah@gmail.com / FB: wong miskin goblog/ Blog: wwwmiftahurrochman.blogspot.co.id

KOMUNIKASI DALAM ARUS GLOBALISASI TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL

A.      Pra Wacana
Dalam sebuah tatanan kehidupan dan tatanan sosial hari ini yang memang sudah berada pada zaman modern, dan teknologi dirancang untuk menyampaikan sebuah informasi  dari komunikator ditujukan untuk komunikan. Namun pada hari ini untu menamaikan sebuah informasi memiiki banyak habatan, salahsatnya adalah luasnya (banyaknya) audiens dan tersebar lasnya masyarakat, sehingga perlu adnya media untuk mendukung berjalannya penyampaian informasi sehingga dibutuhkan media.
Hari ini masyarakat dipaksa (secara halus) untuk ketergantungan pada sebuah media, sehingga untuk hari ini manusia tidak akan lepas dari peran sebuh media, sehingga  peran media didalam siklus perkembangan zaman sangat berpengaruh baik bagi komunikator dan komunikan,  Yang menjadi penting dan harus menjadi sorotan para pengamat sosial terhadap dampak informasi yang sajikan oleh media komunikasi saat ini, karna media saat ini mampu untuk merubah paradigma masa dengan sajian- sajian informasi.
Namun ketika menelisik jauh kebelakang dan memandang  lebih dalam, peran media komuniksi  juga sebagai pembentuk ideologi masyarakat dengan dampak atau feedback terhadap tatanan sosial dalam sebuah siklus kenegaraan dan dampak dari adanya sebuah media massa mampu memberikan input terhadap komunikan sehingga out putnya pun tergantung apa yan disajikan dan juga tidak terlepas dari orientasi dengan adanya tayangan dalam media.
Kemudian pertanyaan selanjutnya adalah apakah peran media saat ini mampu untuk membangun sebuah tatanan sosial yang lebih baik, khususnya pada negara berkembang?
Peran komuniasi tidak terlepas dari sejarah bagaimana kegiatan komunikasi dilakukan.

B.       Pengertian Komuniasi
Pengertian komunikasi secara etimologi berasal dari bahasa inggris yaitu “communication”, yang mempunyai akar kata dari bahasa Latin yaitu “comunicare”  yang memiliki arti “berbagi[1] dalam artian melakuan sebuah pertukaran pikiran, pesan atau informasi dengan menggunakan cara verbal maupun non verbal seperti berbicara, visual, tulisan, atau perilaku. (weekley, 1967: 338). Kata comunicare memiliki kemungkinan tiga arti lain yaitu:
1.         “to make common” berarti membuat sesuatu menjadi umum
2.         “cum + munus” berarti memberi sesuatu sebagai hadiah
3.         “cum + munire” yaitu membangun pertahanan bersama.[2]
Namun ada yang berpendapat lain, bahwa komunikasi merupakan proses transfer pesan (Information) yang memiliki nilai pengetahuan (Knowledge), dari pemberi pesan (komunikator) kepada penerima pesan (Komunikan).[3]
Dapat diambil benang merah, bahwa komunikasi adalah sebuah kegiatan atau proses dua orang atau lebih saling tukar informasi antara komunikator kepada komunikan yang memiliki nilai pengetahuan.
Pengertian komunikasi menurut terminologi yang dipaparkan oleh ruben dan steward (1998),[4] komunikasi adalah proses yang melibatkan individu-individu, kelompok, organisasi, dan masyarkat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi terhadap lingkung masyarakat.
Komunkasi menurut Harold D. Lasswell dalam bukunya yang berjudul The Structure And Function Of Communication In Society, memahami komunikasi dengan menggunaan pertanyaan- pertanyaan ( who say what in which chanel to whom with what effect???)
Kemudian dari petanyaan tersebut membentuk sebuah paradigma. lasswell menunjukan bahwa siapa yang mengatakan atau sipembawa pesan (komunikator), informasi apa yang diampaikan (pesan), perantara apa yang digunakan untuk menyampaikan informasi (media) lawan bicara atau sasaran yan dituju (komunikan), dampak apa yang kemungkinan akan timbul setelah mendapatkan sebuah informasi / informasi tersampaikan (efek).
Sehingga dari pengertia komunikasi menurut adalah proses penyampaian pesan[5].

C.      Sejarah Komunikasi
Ketika melihat sejarah komunikasi belum ada kefalidan data yang mengatakan bahwa komunikasi muncul dimana dan kapan, karena melihat bahwa manusia tidak akan dapat berahan hidup tanpa berkomunikasi karena memang manusia diciptakan untuk salin hidup berdampingan. Bisa dibayangkan ketika manusia tidak berkomunikasi kepada manusia lain, pasti manusia tersebut akan esulitan dalam menjalani hidup, karena kebutuhannya akan ditanggung sendiri.
Sistem bahasa manusia yang yang alin awal adalah mengunakan kombinasi bahasa suara dan isyarat (bahasa tubuh) untukmenyamaikan sbuah pesan, kemudian berkembang sebuah tulisan dan lukisan pada zaman batu kurang lebih 5000 tahun yang lalu denan data tulisan dan lkisan tertua, memang tulisan dan lukisan mengisyaratkan iformasi pada zaman dulu yang memilki banak arti pada zaman nenek moyang kita (manusia).
Ipografi menjadi salahsatu metode yang digunakan untuk menerjemahkan kata- kata yang berbentuk fisik sebagai  gambaran bahwa nenek moyang kita telah mengenal luksan didalam gua (early cave drawing age). Nenek moyang kita telah menceritakan pengalaman yan dialam pada saai itu.

D.      Sejarah Media Massa
Kegiatan jurnalistik pasalnya terjadi sekitar 3000 tahun lalu, ketika Raja Fir’aun di Mesir, Amenhotep III mengirim ratusan pesan kepada para perwiranya diberbagai propinsi yang berisi informasi tentang hal- hal yang terjadi di Ibukota Kerajaan itu (kusumaningrat, 2006). Namun media yang berbentuk barang cetakan disebut acta diurna (catatan harian) diroma dan gazetta Divenesia yang masih berbentuk newssheet, yaitu kertas- kertas lepas yang digantungkan. Isi acta diurna berupa informasi kepada rakyatnya sekitar tahun 59 sebelu masehi. Informasi tersebut dipasang diforum romanum (stadion romawi) agar apa yang menjadi pemberitahuan dapat untuk diketahui oleh  rakyat. Serta berbagai undang- undang, peraturan, tata tertib yang disahkan oleh Senat Negara Romawi dan disebut Acta Senatus. Informasi keagamaan diumumkan oleh Imam Agung dipapan halaman greja dengan nama Anales, sedangkan orang yang menyebarluaskan hal itu disebut diurnarius (soenaryo).
Para petinggi dan maikan diroma pada masa itu biasa menugaskan para budak (slave) yang cerdik dan bisa membaca dan menulis guna untuk mencatat berbagai informasi yang diumumkan oleh Pemerintah Roma. Lama kelamaan mereka memanfaatkan informsi tersebut sebagai usaha dengan mencari informasi berkeliling ke setiap daerah, sehingga muncul slave reporter atau “Kuli Tinta”. Kata jurnalistik berasal dari bahasa Inggris yaitu; Journal atau bahasa Prancis; Du Jour, yang berarti hari, sehingga informasi yang temuat dalam lembaran tercetak merupakan berit yang terjadi sehari – hari (supriyanto, 1986).
Bersamaan dengan kemajuan Teknologi, etika Jouhanes Guttenberg menemukan mesin yang dapat menunjang proses pencetakan pada tahun 1440, perkembangn surat kabar smakin pesat. Guttenberg yang merupakan Biarawan menggunakan mesin itu untuk memperbanyak Injil yang sebelumnya ditulis dengan menggunakan cara manual (tulis tangan). Mesin cetak itu berbentuk silnder (rotasi), sehinga untuk mencetak kertas ditekan (dijepit) diatara silnder. Akibatnya,muncullah istilah press (tekan). Kemudian banyak yang menyamakan jurnalistik dengan pers (assegaff, 1983).
Eropa sebagai tanah kelahiran institusi sosial “mesin pers”, menurut santana (2005), dianggap sebagai upaya awal sebagai jalan menuju pertumbuhan jurnalisme. Belgia merupakan negara pertama yang menerbitkan surat kabar. Surat kabar dicetak Vramma Vergevena di anwerp pada tahun 1605 dan diberi nama Niewe Tydingen yang berarti  kumpulan berita (All News).
Surat kabar pertama yang terbit secara teratur, menurut kusumaningrat (2006), dimulai dijerman bernama Aviso di Wolfenbuttel dan Relation di Strasbourg. Setela itu, berdasarkan catatan ensiklopedi, muncul berbagai terbitan cetak pertama di Inggis. Surat kabar yang petama terbit setiap hari pertama Einkommnde Zeitung di Leipzig, Jerman, sedangkan surat harian pertama kali memunculkan penny newspaper (surat kabar murah) yang harganya satu penny, pertama kali terbit di New York tahun 1883 (kusumaningrat dan kusumaningrat, 2006).
Embrio media jurnalistik cetak berdasarkan catatan sejarah, menurut santana (2005), juga terjadi di Asia, seperti di China dan Jepang. Didaerah china pada massa lalu,  sepanjang dinasti Tang, dilingkungan istana bredar meda bernama Pao yang berarti laporan (Reort). Isinya melaporkan informsi seputar pejabat pemerintahan. Hal serupa juga pernah terjadi pada dinasti Ching, media itu muncul dengan berbagai nama. Meskipun dalam bentuk yang sederhana, di Jepang ditemukan media menggunakan tanah liat dengan nama Iomiori kavarban. Hingga kini, media cetak berkembang pesat dalam berbagai bentuk termasuk melalui kantor berita.
Setelah surat kabar, bentuk- bentuk lain dari media cetak juga bermunculan, seperti majalah yang mulai berkembang sekitar 2 abad lalu. perkembangan teknologi telah memunculkan kemajuan pesat dalam dunia media massa, karena setelah media cetak, kemudian muncul media elektronik. Radio muncul kedunia media sekitar tahun 1920 dan media televisi muncul setelah perang dunia ke II (kusumaningrat 2006).[6]

E.       Fungsi Media Massa
Datangnya media massa ketengah-tengah kehidupan sosial masyarakat tentunya bukan tanpa alasan,namun meia massa memiliki beberapa fungsi:
Ø Menurut Schramm (1982) menyebutkan bahwa fungsi media masa adalah memberitahukan kepada masyarakat tentang pembangunan nasional, memusatkan perhatian  masyarakat supaya berubah, kesempatan menimbulkan perubahan, metode/ cara menimbulkan perubahan,jika mungkin memunculkan aspirasi.
Ø Menurut Assegaff (1983) mengatakan bahwa fungsi media massa adalah membri informasi, menghibur, mendidik, dan kontrol sosial yang sebenarnya.
Ø Menurut Abrar (1992) posisi media massa adalah sebagai menjaga sebuah kebenaran, dalam artian media massa mampu untuk emberikan informasi, mendidik, mengawasi, dan menyalurkan pendapat umum.

Daftar Pustaka:

Hadiono Afdjani. (2014).  Ilmu Komunikasi Proses & Strategi. Yogyakarta: Indigo Media.
Muhammad Mufid. (2010). Komunikasi & Regulasi Penyiaran. Yogyakarta: UIN Press.
Agus Salim Chamidi. (2015). Teknologi Informasi & Komunikasi, Proses Dan Tantangan Dunia Pendidikan Islam. Pustaka Ilmu.
Mondry. (2016). Pemahaman Dan Praktik Teori. Jakarta: Ghalia Indonesia.




[1] Hadiono Afdjani, Ilmu Komunikasi Proses & Strategi Cet. II,  (Yogyakarta: Indigo Media, 2014), hlm. 4.
[2] Muhammad Mufid, Komunikasi & Regulasi Penyiaran , (Yogyakarta: UIN Press, 2010), hlm. 2.
[3] Agus Salim Chamidi, Teknologi Informasi & Komunikasi, Proses Dan Tantangan Dunia Pendidikan Islam Cet. I, (Pustaka Ilmu, 2015), hlm. 2-3.
[4] Hadiono Afdjani, Op. Cit., hlm. 4
[5] Ruben, R Loose dan De Vito Comunication Means That Information Is Passed From One Place To Another” (komunikasi adalah informasi yang disampaikan dari tempat satu ke tempat lain).
Communication ... Include (s) Allthe Prosedres By Which One Mind May Affect Another”. (komunikasi.. meliputi semua prosedur dimana pikran seseorang mempengaruhi oran lain).
The Transmision Of Information, Ideas, Emotion, Skills, Ect. By The Use Ofsymbol- Word, Pictures,Figures, Graph, Ect” (pemindahan informasi,ide, emosi, keteramplan,dan lan-laindengan menggunakan simbol – serti kata, foto, figur dan grafik).
The Imparting, Conveying Or Exchange Of Ideas, Knowladge, Or Information Whether By Speech, Writing Or Signs” (memberi, meyakinkan atau brtukar ide, pengetahuan atau infomasi baik melalui capan, tlisan atau tanda).
[6] Mondry, Pemahaman Dan Praktik Teori, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2016), hlm. 24- 71.


Lantur

perubahan manusia (evolusi manusia)
peradaban