A.
Pra Wacana
Dalam sebuah
tatanan kehidupan dan tatanan sosial hari ini yang memang sudah berada pada
zaman modern, dan teknologi dirancang untuk menyampaikan sebuah informasi dari komunikator ditujukan untuk komunikan. Namun
pada hari ini untu menamaikan sebuah informasi memiiki banyak habatan,
salahsatnya adalah luasnya (banyaknya) audiens dan tersebar lasnya masyarakat,
sehingga perlu adnya media untuk mendukung berjalannya penyampaian informasi sehingga
dibutuhkan media.
Hari ini
masyarakat dipaksa (secara halus) untuk ketergantungan pada sebuah media,
sehingga untuk hari ini manusia tidak akan lepas dari peran sebuh media,
sehingga peran media didalam siklus
perkembangan zaman sangat berpengaruh baik bagi komunikator dan komunikan, Yang menjadi penting dan harus menjadi
sorotan para pengamat sosial terhadap dampak informasi yang sajikan oleh media
komunikasi saat ini, karna media saat ini mampu untuk merubah paradigma masa
dengan sajian- sajian informasi.
Namun ketika
menelisik jauh kebelakang dan memandang
lebih dalam, peran media komuniksi
juga sebagai pembentuk ideologi masyarakat dengan dampak atau feedback
terhadap tatanan sosial dalam sebuah siklus kenegaraan dan dampak dari adanya
sebuah media massa mampu memberikan input terhadap komunikan sehingga out
putnya pun tergantung apa yan disajikan dan juga tidak terlepas dari orientasi
dengan adanya tayangan dalam media.
Kemudian pertanyaan
selanjutnya adalah apakah peran media saat ini mampu untuk membangun sebuah
tatanan sosial yang lebih baik, khususnya pada negara berkembang?
Peran komuniasi
tidak terlepas dari sejarah bagaimana kegiatan komunikasi dilakukan.
B.
Pengertian
Komuniasi
Pengertian
komunikasi secara etimologi berasal dari bahasa inggris yaitu “communication”, yang mempunyai akar
kata dari bahasa Latin yaitu “comunicare”
yang memiliki arti “berbagi”[1] dalam
artian melakuan sebuah pertukaran pikiran, pesan atau informasi dengan
menggunakan cara verbal maupun non verbal seperti berbicara, visual, tulisan,
atau perilaku. (weekley, 1967: 338).
Kata comunicare memiliki kemungkinan tiga arti lain yaitu:
1.
“to make common”
berarti
membuat sesuatu menjadi umum
2.
“cum + munus” berarti memberi
sesuatu sebagai hadiah
Namun ada yang
berpendapat lain, bahwa komunikasi merupakan proses transfer pesan (Information) yang memiliki nilai
pengetahuan (Knowledge), dari pemberi
pesan (komunikator) kepada penerima pesan
(Komunikan).[3]
Dapat diambil
benang merah, bahwa komunikasi adalah sebuah kegiatan atau proses dua orang
atau lebih saling tukar informasi antara komunikator
kepada komunikan yang memiliki
nilai pengetahuan.
Pengertian komunikasi
menurut terminologi yang dipaparkan oleh ruben dan steward (1998),[4]
komunikasi adalah proses yang melibatkan individu-individu, kelompok,
organisasi, dan masyarkat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi
terhadap lingkung masyarakat.
Komunkasi menurut
Harold D. Lasswell dalam bukunya yang berjudul The Structure And Function Of Communication In Society, memahami
komunikasi dengan menggunaan pertanyaan- pertanyaan ( who say what in which chanel to whom with what effect???)
Kemudian dari
petanyaan tersebut membentuk sebuah paradigma. lasswell menunjukan bahwa siapa
yang mengatakan atau sipembawa pesan (komunikator), informasi apa yang
diampaikan (pesan), perantara apa yang digunakan untuk menyampaikan informasi (media)
lawan bicara atau sasaran yan dituju (komunikan), dampak apa yang kemungkinan
akan timbul setelah mendapatkan sebuah informasi / informasi tersampaikan (efek).
Sehingga dari
pengertia komunikasi menurut adalah proses penyampaian pesan[5].
C.
Sejarah Komunikasi
Ketika melihat
sejarah komunikasi belum ada kefalidan data yang mengatakan bahwa komunikasi
muncul dimana dan kapan, karena melihat bahwa manusia tidak akan dapat berahan
hidup tanpa berkomunikasi karena memang manusia diciptakan untuk salin hidup
berdampingan. Bisa dibayangkan ketika manusia tidak berkomunikasi kepada
manusia lain, pasti manusia tersebut akan esulitan dalam menjalani hidup,
karena kebutuhannya akan ditanggung sendiri.
Sistem bahasa
manusia yang yang alin awal adalah mengunakan kombinasi bahasa suara dan
isyarat (bahasa tubuh) untukmenyamaikan sbuah pesan, kemudian berkembang sebuah
tulisan dan lukisan pada zaman batu kurang lebih 5000 tahun yang lalu denan
data tulisan dan lkisan tertua, memang tulisan dan lukisan mengisyaratkan
iformasi pada zaman dulu yang memilki banak arti pada zaman nenek moyang kita
(manusia).
Ipografi menjadi
salahsatu metode yang digunakan untuk menerjemahkan kata- kata yang berbentuk
fisik sebagai gambaran bahwa nenek
moyang kita telah mengenal luksan didalam gua (early cave drawing age). Nenek moyang kita telah menceritakan
pengalaman yan dialam pada saai itu.
D.
Sejarah Media
Massa
Kegiatan
jurnalistik pasalnya terjadi sekitar 3000 tahun lalu, ketika Raja Fir’aun di Mesir,
Amenhotep III mengirim ratusan pesan kepada para perwiranya diberbagai propinsi
yang berisi informasi tentang hal- hal yang terjadi di Ibukota Kerajaan itu
(kusumaningrat, 2006). Namun media yang berbentuk barang cetakan disebut acta diurna (catatan harian) diroma dan gazetta Divenesia yang masih berbentuk newssheet, yaitu kertas- kertas lepas
yang digantungkan. Isi acta diurna
berupa informasi kepada rakyatnya sekitar tahun 59 sebelu masehi. Informasi
tersebut dipasang diforum romanum
(stadion romawi) agar apa yang menjadi pemberitahuan dapat untuk diketahui
oleh rakyat. Serta berbagai undang-
undang, peraturan, tata tertib yang disahkan oleh Senat Negara Romawi dan
disebut Acta Senatus. Informasi
keagamaan diumumkan oleh Imam Agung dipapan halaman greja dengan nama Anales, sedangkan orang yang
menyebarluaskan hal itu disebut diurnarius
(soenaryo).
Para petinggi
dan maikan diroma pada masa itu biasa menugaskan para budak (slave) yang cerdik dan bisa membaca dan
menulis guna untuk mencatat berbagai informasi yang diumumkan oleh Pemerintah
Roma. Lama kelamaan mereka memanfaatkan informsi tersebut sebagai usaha dengan
mencari informasi berkeliling ke setiap daerah, sehingga muncul slave reporter atau “Kuli Tinta”. Kata
jurnalistik berasal dari bahasa Inggris yaitu; Journal atau bahasa Prancis; Du
Jour, yang berarti hari, sehingga informasi yang temuat dalam lembaran
tercetak merupakan berit yang terjadi sehari – hari (supriyanto, 1986).
Bersamaan dengan
kemajuan Teknologi, etika Jouhanes Guttenberg menemukan mesin yang dapat
menunjang proses pencetakan pada tahun 1440, perkembangn surat kabar smakin
pesat. Guttenberg yang merupakan Biarawan menggunakan mesin itu untuk
memperbanyak Injil yang sebelumnya ditulis dengan menggunakan cara manual
(tulis tangan). Mesin cetak itu berbentuk silnder (rotasi), sehinga untuk
mencetak kertas ditekan (dijepit) diatara silnder. Akibatnya,muncullah istilah press (tekan). Kemudian banyak yang
menyamakan jurnalistik dengan pers (assegaff, 1983).
Eropa sebagai
tanah kelahiran institusi sosial “mesin pers”, menurut santana (2005), dianggap
sebagai upaya awal sebagai jalan menuju pertumbuhan jurnalisme. Belgia merupakan
negara pertama yang menerbitkan surat kabar. Surat kabar dicetak Vramma Vergevena di anwerp pada tahun
1605 dan diberi nama Niewe Tydingen
yang berarti kumpulan berita (All News).
Surat kabar pertama
yang terbit secara teratur, menurut kusumaningrat (2006), dimulai dijerman
bernama Aviso di Wolfenbuttel dan Relation
di Strasbourg. Setela itu,
berdasarkan catatan ensiklopedi, muncul berbagai terbitan cetak pertama di Inggis.
Surat kabar yang petama terbit setiap hari pertama Einkommnde Zeitung di Leipzig, Jerman, sedangkan surat harian
pertama kali memunculkan penny newspaper
(surat kabar murah) yang harganya satu
penny, pertama kali terbit di New York tahun 1883 (kusumaningrat dan
kusumaningrat, 2006).
Embrio media
jurnalistik cetak berdasarkan catatan sejarah, menurut santana (2005), juga
terjadi di Asia, seperti di China dan Jepang. Didaerah china pada massa
lalu, sepanjang dinasti Tang,
dilingkungan istana bredar meda bernama Pao
yang berarti laporan (Reort). Isinya
melaporkan informsi seputar pejabat pemerintahan. Hal serupa juga pernah
terjadi pada dinasti Ching, media itu muncul dengan berbagai nama. Meskipun
dalam bentuk yang sederhana, di Jepang ditemukan media menggunakan tanah liat
dengan nama Iomiori kavarban. Hingga
kini, media cetak berkembang pesat dalam berbagai bentuk termasuk melalui
kantor berita.
Setelah surat
kabar, bentuk- bentuk lain dari media cetak juga bermunculan, seperti majalah
yang mulai berkembang sekitar 2 abad lalu. perkembangan teknologi telah
memunculkan kemajuan pesat dalam dunia media massa, karena setelah media cetak,
kemudian muncul media elektronik. Radio muncul kedunia media sekitar tahun 1920
dan media televisi muncul setelah perang dunia ke II (kusumaningrat 2006).[6]
E.
Fungsi Media
Massa
Datangnya media
massa ketengah-tengah kehidupan sosial masyarakat tentunya bukan tanpa
alasan,namun meia massa memiliki beberapa fungsi:
Ø Menurut Schramm (1982) menyebutkan bahwa fungsi
media masa adalah memberitahukan kepada masyarakat tentang pembangunan
nasional, memusatkan perhatian
masyarakat supaya berubah, kesempatan menimbulkan perubahan, metode/
cara menimbulkan perubahan,jika mungkin memunculkan aspirasi.
Ø Menurut Assegaff (1983) mengatakan bahwa fungsi
media massa adalah membri informasi, menghibur, mendidik, dan kontrol sosial
yang sebenarnya.
Ø Menurut Abrar (1992) posisi media massa adalah sebagai
menjaga sebuah kebenaran, dalam artian media massa mampu untuk emberikan
informasi, mendidik, mengawasi, dan menyalurkan pendapat umum.
Daftar Pustaka:
Hadiono Afdjani. (2014). Ilmu
Komunikasi Proses & Strategi. Yogyakarta: Indigo Media.
Muhammad Mufid. (2010). Komunikasi & Regulasi Penyiaran. Yogyakarta:
UIN Press.
Agus
Salim Chamidi. (2015). Teknologi
Informasi & Komunikasi, Proses Dan Tantangan Dunia Pendidikan Islam. Pustaka
Ilmu.
Mondry. (2016). Pemahaman Dan Praktik Teori. Jakarta: Ghalia
Indonesia.
[1] Hadiono Afdjani, Ilmu Komunikasi Proses & Strategi
Cet. II, (Yogyakarta: Indigo Media, 2014),
hlm. 4.
[2] Muhammad Mufid, Komunikasi & Regulasi Penyiaran , (Yogyakarta:
UIN Press, 2010), hlm. 2.
[3] Agus Salim Chamidi, Teknologi Informasi & Komunikasi, Proses
Dan Tantangan Dunia Pendidikan Islam Cet. I, (Pustaka Ilmu, 2015), hlm. 2-3.
[4] Hadiono Afdjani, Op. Cit., hlm. 4
[5] Ruben, R Loose dan De Vito “Comunication Means That Information Is Passed From One Place To Another”
(komunikasi adalah informasi yang disampaikan dari tempat satu ke tempat lain).
“Communication
... Include (s) Allthe Prosedres By Which One Mind May Affect Another”.
(komunikasi.. meliputi semua prosedur dimana pikran seseorang mempengaruhi oran
lain).
“The Transmision
Of Information, Ideas, Emotion, Skills, Ect. By The Use Ofsymbol- Word, Pictures,Figures,
Graph, Ect” (pemindahan informasi,ide, emosi, keteramplan,dan
lan-laindengan menggunakan simbol – serti kata, foto, figur dan grafik).
The Imparting,
Conveying Or Exchange Of Ideas, Knowladge, Or Information Whether By Speech,
Writing Or Signs”
(memberi, meyakinkan atau brtukar ide, pengetahuan atau infomasi baik melalui
capan, tlisan atau tanda).
[6] Mondry, Pemahaman Dan Praktik Teori, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2016),
hlm. 24- 71.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar