PENGERTIAN SOSIOLOGI
A.
Pengertian
sosiologi
Sosiologi
adalah disiplin ilmu yang mempelajari struktur sosial masyarakat, hal ini dapat
dilihat dari pengertian secara umum. Kata sosiologi berasal dari dua kata yang
berasal dari latin dan yunani yaitu “socius” yang berarti kawan atau
masyarakat dan “logos” yang berarti
ilmu, sehingga kata sosiologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari
tentang tingkah laku dan interaksi yang dilakukan oleh masyarakat.
B.
Sosiologi
menurut Tokoh
-
Pitirim
Sorokin adalah ilmu yang mempelajari tentang
hubungan pengaruh timbal balik antara aneka gelaja- gejala sosial;
-
Ogbum
dan Meyer F Nimkoff adalah penelitian secara ilmiah
terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial;
-
Roucek
dan Warren adalah ilmu tentang hubungan antara
manusia dalam kelompok- kelompoknya;
-
J.A.A
Van Doom dan C.J.Lammers adalah ilmu tentang struktur-
struktur dan prose- proses kemasyarakatan yang bersifat stabil;
-
Meta
Spenser dan Alex Inkeles adalah ilmu tentang kelompok
hidup manusia;
-
David
Popenoe adalah ilmu tentang interaksi manusia dalam
masyarakat sebagai suatu keseluruhan;
-
Selo
Soemardjan Soemardi adalah ilmu tentang struktur
sosial dan proses- proses sosial termasuk perubahan- perubahan sosial.
Dari
pengertian sosiologi menurut para ahli di atas maka dapat diambil sebuah benang
merah bahwa Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang interaksi sosial
dalam proses timbal balik antara manusia dengan manusia, manusia dengan
kelompok, manusia dengan organisasi, manusia dengan masyarakat sosial yang
bersifat stabil dalam situasi perubahan sosial.
Pada
umumnya sosiologi berkonsentrasi pada pemecahan masalah yang terdapat diseluruh
lapisan masyarakat yang berasal dari ekternal. Dalam struktur sosial para hali
filsatat maupun tokoh ilmuan yang memperjuangkan masyarakat dalam kungkungan ketertindasan.
C.
Latar
Belakang Sosiologi
Kesenjangan
sosial memiliki beberapa faktor yang mempengaruhi seperti halnya pendidikan,
ekonomi, politik, budaya. Kritikan terhadap pendidikan dari para cendekiawan
khususnya dinegara berkembang seperti Indonesia bahwa sistem pendidikan yang
digunakan dalan setiap jenjang pendidikan menggunakan sistem pendidikan
kolonial yang dianjurkan oleh Conrad Theodore van Deventer, sistem pendidikan
yang bertujuan menghasilkan tenaga trampil untuk menjadi “tukang- tukang” yang
mengisi birokrasi dibidang administrasi, perdagangan, teknik dan keahlian lain,
dengan tujuan eksploitasi kekayaan negara.[1]
Sering
kali tenaga ahli memiliki pengetahuan yang mendalan pada satu bidang ilmu
pengetahuan, namun dalam ilmu pengetahuan yang lain belum tentu paham dan ini
yang menjadi kehawatiran bagi para kaum intelektual serta memberikan pemikiran
sempit, karena semakin berkembangnya zaman maka masalah sosial semakin
kompleks. Terkadang seseorang merasa dalam penyelesaian masalah sudah tuntas
dengan satu disiplin ilmu tertentu, tetapi bagi disiplin ilmu yang lain permasalahan
bukan menjadi usai malah bisa dikatakan permasalaha semakin besar dalam
struktur sosial.
Dengan
adanya kaum intelektual dan kritis mampu untuk memberikan sumbangsih bagi
masyarakat yang mampu memberikan solusi solutif bagi masyarakat. Ada beberapa
hal yang menjadi perhatian antara lain:
1. Berbagai
kenyataan yang bersama- sama merupakan masalah sosial yang dapat ditanggapi dengan
pendekatan sendiri maupun sebagai pendekatan gabungan (antar bidang);
2. Adanya
keanekaragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat, yang masing-
masing memiliki kepentingan dan kebutuhan serta pola pemikiran dan pola
tingkahlaku yang menyebabkan pertentangan- pertentangan maupun hubungan setia
kawan dan kerja sama dalam masyarakat.[2]
Dengan
keragaman permasalahan sosial sedemikian kompleksnya tentunya ada sebuah hukum kausalitas[3] memiliki akar
permasalahan baik dalam wilayah pendidikan, ekonomi, politik dan budaya.
D.
Tujuan
Sosiologi
Sosiologi
merupakan ilmu yang mempelajari struktur sosial dengan sebuah harapan mampu
untuk memecahkan problematika masyarakat yang ada, baik secara teoritik maupun
praktik. Dan ketika memandang sosiologi dari segi teoritik telah banyak yang
memberikan sumbangsih pemikiran untuk memecahkan masalah sosial yang berbeda
karena dengan struktur sosial yang berbeda pula namun memiliki tujuan yang sama
yaitu humanisasi.
E.
Masalah
sosial
Masalah
merupakan sebuah hambatan dalam proses mencari sesuatu yang diinginkan,[4]
sehingga masalah sosial merupakan hambatan yang ditemui oleh banyak manusia
dalam mencapai sebuah tujuan yang di harapkan semisal contoh: manusia
menginginkan sebuah kesejahteraan. Dengan keinginan sebuah kesejahteraan manun
ada beberapa faktor yang menghambat dalam prosesnya.
Pengertian
masalah sosial dibagi menjadi dua yaitu maslah sosial secara umum dan masalah
sosial menurut para ahli. Masalah yang menghambat dalam kehidupan masyarakat
banyak menjadi masalah sosial,.
Masalah
sosial menurut para ahli;
Leslie
(1974) masalah sosial adalahsuatu kondisi yang mempunyai pengaruh kepada
kehidupan sebagian besar warga masyarakat sebagaisuatu yang tidak disukai, oleh
karena itu dirasakan perlunya untuk diatasi atau diperbaiki;
Cohen
(1964) masalah sosial adalah terbatas pada maslah keluarga, kelompok, atau
tingkahlaku individual yang menuntut adanya campurtangan masyarakat yang
teratur agar masyarakat dapat meneruskan fungsinya.
Jadi
masalah sosial adalah perilaku menentang kepada norma yang telah disepakati
oleh seluruh anggota masyarakat baik dalam sebuah kelompok masyarakat. Namun
penentangan terhadap norma yang telah disepakati masih bersifat objektif maupun
subjektif, karena tingkahlaku masyarakat yang menentang dari kesepakatan awal
tidak bisa dikatakan sebagai masalah sosial.[5]
Pada
dasarnya masalah sosial memiliki imbas terhadap kesenjangan sosial, entah dari
beberapa faktor yang mempengaruhi. Semisal contok didaerah perkotaan (kawasan
industri) sebenarnya dengan adanya kawasan industri tidak menjadi maslah
sosial, namun dengan aktifitas industri mampu mencemarkan lingkungan dengan
limbah yang dibuang sembarangan, ini baru menjadi maslah sosial karena
mengganggu kenyamanan orang banyak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar