Sabtu, 27 Oktober 2018

Mahasiswa Meninggal Lantaran Kerjakan Tugas Dosen


Kampus merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk belajar mengajar antara dosen dan mahasiswa, dimana mahasiswa sebagai murid dan dosen sebagai guru, antara keduanya merupakan sebuah objek dari lingkungan pendidikan kampus. Setiap hari kegiatan belajar mengajar terus digalakan untuk menambah asupan gizi pengetahuan. Setiap hari tugas diberikan kepada mahasiswa untuk mengejar nilai yang baik sehingga mendapat predikat cumlaude.setiap hari lembar demi lembar dari buku terus dibolak balik untuk mendapatkan refrensi yang falid (ilmiah).

Mulai pagi sampai siang, siang sampai sore kegiatan perkuliahan terus bergulir dari dosen satu kedosen yang lain seperti antrian utnuk memberikan tugas kepada mahasiswa dan saat itu pula mahasiswa diasupi dengan pengetahuan-pengetahuan yang dikira dapat mencerdaskan dalam membekali mahasiswa untuk proses setelah diperkuliahan.

Makalah satu sampai makalah yang lain terus dipresentasikan dengan membaca makalah yang telah dicopy paste seperti manusia sedang membaca al kitab yang sakral. Dan jika ada sedikit saja yang salah dalam pengucapan maka keringat terus mengucur dari jidat mahasiswa yabg sedang presentasi. Menjadi kehawatiran bahwa nilai mata kuliah tidak keluar dan takut untuk ditanya sana sini oleh seluruh audiens.

Dengan kesibukan yang terus dibebankan kepada mahasiswa sehingga dosen tidak memberikan waktu untuk menyadarkan mahasiswa terkait tanggungjawab mahasiswa dengan pengamalan tri darma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian). Dalam proses pendidikan mahasiswa terus dibayangi dengan ketakutan-ketahutan nilai yang mistis dan misterius. Didalam proses pendidikan menggunakan cara seperti mengajari kerbau tanpa adanya pemantik untuk memotifasi mahasiswa dan menjelaskan tugas dan tanggungjawab mahasiswa sebagai agen perubahan dan agen kotrol realita sosial.


Mahasiswa terus dijauhkan dari realita masyarakat dan dituntut untuk menjadi kutu buku sehingga pengembangan pengetahuan dan pikiran mahasiswa terus terjatuh dan tanpasadar dosen mematikan pikiran mahasiswa serta menjauhkan hati mahasiswa dari rasa tanggunggjawab sebagai manusia yang berpendidikan.

Out put dari proses tersebut dapat dilihat bahwa koruptor adalah orang berpendidikan tinggi, namunbkenapa demikian? Karena hati dan pikirannya dari mulai proses pendidikan tidak diajarkan untuk bermanfaat bagi masyarakat namun lebih menjurus kepada pekerjaan, sehingga jika koruptor yang selama ini menjadi monster negara merupakan hasil dari produksi dalam bangku pendidikan yang bobrok.

Manusia yang berilmu adalah manusia yang dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku, baik aturan negara maupun aturan agama. Karena seorang koruptor adalah pencuri uang rakyat sehingga dari sini dapat diambil benang merah bahwa koruptor adalah orang yang tidak berilmu, serta otak dan hatinya mati. Ini merupakan hasil produk dari pendidikan yang diajakan oleh dosen kepada mahasiswa sehingga sejak awal mahasiswa telah dibunuh daro segi pikiran dan hati.

Sebatas asumsi...!!!


Mahasiswa tersesat saat muncak


Agen of change, agen of control social, iron stock dan moral vorce terus bergeming dan bergemuruh ditelinga, semangat juang terus dipacu untuk mengenyahkan ketidak adilan dan penindasan. Proses perubahan setiap saa dilalui, setiap lantunan perlawanan terhadap penguasa dzolim terus disuarakan, ANTI KEMAPANAN dan ANTI PENINDASAN serta PELOPOR HUMANISME.


Kemanusiaan bukanlah membelai setiap manusia, mahasiswa dalam memanusiakan manusia bukanlah dengan buaian dan sentuhan lembut terhadap manusia.. kenapa demikian??? Karena buaian dan belaian lembut akan meninabobokan manusia. Proses memanusiakan manusia adalah bagaimana manusia itu tidak mengeluh dengan kondisi yang dialami, tidak putus asa dan serta tetap optimis dalam menjalankan kehidupannya sebagai layaknya manusia.


Pendidikan merupakan salah satu proses untuk mencapai hal demikian, memanfaatkan otak dan pengetahuan supaya dapat bermanfaa untuk orang lain. Manusia yang pintar bukanlah orang yang hafal tentang seribu teori, manusia yan cerdas bukanlah manusia yang melahap ratusan bahkan ribuan buku, hal demikian akan sia-sia jika ilmu yang dimiliki tidak diamalkan dan tidak dimanifestasikan dengan gerakan.

Banyak dari manusia yang hafal dan cerdas malah menggunakan kecerdasannya untuk membodohi manusia yang lain, kenapa demikian??? Entah itu adalah manusia yang kesetanan, korupsi menjadi salah satu budaya yang GILA dan BIADAB. Kenapa demikian karena sudah jelas-jelas itu merupakan hal yang tidak diindahkan oleh aturan agama maupun aturan negara.

Kembali lagi dengan pokok pembahasan bahwa mahasiswa merupakan manusia yang terdidik dan dapat membedakan yang baik dan yang buruk (ciri-ciri manusia yang berilmu). Mahasiswa merupakan pemuda harapan bangsa yang digadang-gadang sebagai garda terdepan dalam pemvangunan bangsa. Dengan PENDIDIKAN yang dikonsumsinya diharapkan dapat mengumpulkan segudang konsep didalam bermasyarakat.

Mahasiswa untuk memastikan teori yang dilahapnya kemudian seharusnya di teliti dan diterapkan didalam pembangunan bangsa apakah teori tersebut sesuai atau masih perlu tambahan teori yang lebih relefan. Mahasiswa turun kebawah untuk berinteraksi dengan masyarakat dan serta bergulat dengan buku. Terus seperti itulah mahasiswa yang merupakan implementasi dari TRI DARMA PERGURUAN TINGGI.

Inplementasi inilah yang menjadi pokok tujuan didirokannya Pendidikan Tinggi.
Namun dalam proses mahasiswa dalam menempa diri terkadang disesatkan oleh kondisi hingar bingar kehidupan dalam merefresh otak pikirannya setelah mengkonsumsi tugas dari dosen. Selain itu TUJUAN MAHASISWA, TANGGUNGJAWAB MAHASISWA, KEWAJIBAN MAHASISWA seringali hanya sebatas nyanyian sendu supaya dikira sebagai mahasiswa yang gagah berani, dan tegas dalam menyuarakan aspirasi masyarakat.


Kelalaian seorang mahasiswa mulai merambah diproses pembentukan karakter mahasiswa, dari dijauhkannya mahasiswa dengan masyarakat, dikaburkan pikiran mahasiswa sehingga mahasiswa lebih kepada mahasiswa IO. kenapa demikian??? Karen mahasiswa disibukkan oleh pikiran bagaimana caranya membuat kegiatan yang WAAAH.... membuat seminar-seminar tingkat dunia supaya diakui dan eksis dalam pergolakan eksistensi.


Selain diatas mahasiswa lebih sering eksis dan hobinya selfie-selfie berfoto ditempat mewah, berfoto dengan tokoh nasional maupun internasional, dan seolah itulah tanggungjawab seorang mahasiswa. Seolah mahasiswa memiliki tanggungjawab sebagai agen perubahan untuk elit politik dan semakin jauh dengan masyarakat jelata, masyarakat miskin, masyarakat pinggiran, masyarakat terlantar dan lapar.

Sehingga mahasiswa dalam menuju puncak sebagai manusia yang benar-benar sejatinya manusia untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan bermanfaat untuk orang lain yang tidak berkesempatan mengenyam bangku perkuliahan dan tersesat serta meninggalkan tanggungjawabnya guna memenuhi kepuasan syahwatnya lebih jauh dengan masyarakat, sehingga mahasiswa menjadi sampah plastik yang tidak dapat diterima dan tidak dapat menyatu dengan masyarakat.

Selasa, 09 Oktober 2018

SKRIPSI KPI (METODE KOMUNIKASI ISLAM TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS)


Makalah Komunikasi antar personal



Tugas Semester Pendek

 Mata Kuliah Komunikasi Antar Persona

Oleh: Miftahurrochman



Manusia adalah makhluk sempurna ciptaan Tuhan dibanding makhluk ciptaan yang lain. Sejatinya, kodrat manusia adalah sebagai makhluk monodualis. Lalu, di samping sebagai makhluk individu (pribadi), manusia juga berperan sebagai makhluk sosial. Kemudian, sebagai individu, manusia diberikan kemampuan berupa akal, pikiran dan perasaan. Sehingga memiliki tanggung jawab akan dirinya yang berguna untuk mengembangkan kemampuannya, dan juga memenuhi berbagai kebutuhan hidup.

Sebagai makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, manusia sudah memiliki dorongan akan kebutuhan berinteraksi. Dengan bantuan orang lain, manusia mulai belajar dan beradaptasi di lingkungannya. Mulai dari merangkak, belajar berdiri, berjalan, menggunakan alat gerak, hingga bisa berkomunikasi dengan orang lain. Bahkan, bisa mengembangkan potensi dalam diri serta hal lain yang membutuhkan interaksi dengan orang lain.

Dalam interaksinya dengan masyarakat, manusia akan melakukan komunikasi untuk menyampaikan informasi. Komunikasi yang berlangsung antara individu dengan individu dianggap sebagai komunikasi secara tatap muka (face to face). Lalu, dalam ilmu komunikasi dikenal dengan istilah komunikasi antar pribadi.



Pengertian

Komunikasi antar personal dinilai sangat efektif untuk merubah perilaku orang lain, bila terdapat persamaan mengenai makna yang dibincangkan. Tanda khusus yang ada di komunikasi antar personal ini terletak pada arus balik langsung. Arus balik tersebut memiliki daya tangkap yang mudah untuk komunikator baik secara verbal dalam bentuk kata maupun non verbal dalam bentuk bahasa tubuh seperti anggukan, senyuman, mengernyitkan dahi dan lain sebagainya.

Selama proses komunikasi antar personal berlangsung sangat penting terjadinya interaksi berbagi informasi dan perasaan antara individu dengan individu atau individu dengan antar individu supaya terjadi umpan balik dan tidak menimbulkan kesalah pahaman dalam berkomunikasi.



Aprehensi Komunikasi

Aprehensi komunikasi adalah salah satu kondisi kognitif . Kondisi dimana seseorang mengetahui dengan sadar bahwa dirinya memiliki rasa khawatir dan ketakutan selama terjadinya komunikasi. Sehingga menjadikan ia orang yang mati rasa karena tidak memiliki pikiran dan perasan apapun. Bahkan hingga tidak memahami sebab akibat sosial.

Pendapat lain mengatakan, aprehensi komunikasi dapat terjadi apabila individu menganggap bahwa pengalaman komunikasi miliknya sebagai suatu hal yang tidak menyenangkan. Sehingga ia merasa takut untuk berkomunikasi kembali. Penyebab aprehensi komunikasi dikemlompokkan dalam 3 kategori :

Aktifitas yang berlebihan Secara psikologis menunjukkan sikap kita sudah terlalu aktif bahkan sebelum kegiatan dilakukan.

Proses kognitif tidak tepat Ditunjukkan dengan rasa tidak nyaman dalam menghadapi komunikasi.

Keterampilan dalam komunikasi tidak memadai Ini menunjukkan jika kita tidak tahu cara berkomunikasi secara efektif.





Karakteristik Komunikasi Antar Personal



Komunikasi antarpribadi dimulai dengan diri pribadi (self)

Dalam berkomunikasi, terdapat berbagai persepsi komunikasi yang menyangkut pengamatan dan pemahaman. Semua hal tersebut dihasilkan dari dalam diri individu. Oleh karena itu, artinya komunikasi antar pribadi dibatasi oleh siapa diri kita dan bagaimana pengalaman kita.

Komunikasi antarpribadi mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi. Komunikasi antarpribadi dimaksudkan tidak hanya berkaitan dengan isi pesanyang menjadi media tukar, tetapi juga melibatkan siapa yang menjadi komunikan serta bagaimana hubungan kita dengan komunikan tersebut.

Komunikasi antarpribadi mensyaratkan adanya kedekatan fisik antara pihak-pihak yang berkomunikasi.

Kedekatan saat berkomunikasi diperlukan baik untuk sang komunikator, maupun juga komunikan. Oleh karena itu, jarak menjadi sangat penting untuk menilai keberhasilan suatu komunikai agar mencapai komunikasi yang efektif.



Komunikasi antarpribadi bersifat transaksional

Transaksional yang menjadi sifat komunikasi antar pribadi mengacu pada tindakan dari pihak-pihak yang berkomunikasi. Mereka secara serempak menyampaikan dan menerima pesan.

Komunikasi antarpribadi melibatkan pihak-pihak yang saling tergantung satu dengan lainnya.

Dalam sebuah komunikasi antar pribadi, perlu adanya timbal balik yang berkaitan mengenai topik yang dibicarakan. Apalagi topik berbeda, akan terjadi kesenjangan dalam berkomunikasi dan menimbulkan keheningan serta salah pemahaman antara komunikator dan komunikan. Oleh karena itu, peran pesan menjadi sangat penting.



Komunikasi antarpribadi tidak dapat diubah maupun diulang.

Proses penyampaian pesan yang terjadi saat komunikasi antar pribadi berlangsung tidak dapat diubah atau diulang kembali. Apa yang telah disampaikan dan dipahami oleh kedua belah pihak akan memberi stimulasi berbeda – beda. Sehingga, perlu diperhatikan saat penyampaian pesan agar tercipta komunikasi yang kondusif.



Ciri – Ciri Komunikasi Antar Personal

Komunikasi antar pribadi mempunyai ciri keterbukaan yang ditandai dengan ketersediaan kedua belah pihak untuk membuka diri. Kemudian saling memberikan reaksi, dan ikut terlibat merasakan pikiran dan perasaan orang lain selama komunikasi berlangsung.



Sifat Komunikasi Antar Personal

Ditinjau berdasar sifatnya, komunikasi antar personal dibagi dalam :

Komunikasi verbal (verbal communication)

Merupakan bentuk komunikasi yang disampaikan secara tertulis (written) atau lisan (oral). Komunikasi verbal lebih mudah disampaikan karena pesan yang disampaikan lebih mudah dimengerti. Ini disebabkan karena komunikasi ini dapat dilakukan dengan bantuan media telepon, surat, gambar, lukisan dll.

Komunikasi non verbal (non verbal communication)



Tujuan Komunikasi Antar Pribadi

Komunikasi Antar Pribadi yang terjadi antar individu memiliki beberapa tujuan, antara lain :

Menyampaikan Informasi – Tujuan utama berkomunikasi ialah menyampaikan informasi. Lalu di dalam komunikasi antar pribadi ditekankan kembali mengenai penyampaian informasi yang memiliki sifat intim dan mendekati komunikasi yang efektif.

Menumbuhkan Simpati – Dalam berbagi informasi, ada kalanya terselip beberapa pesan yang merupakan pengalaman pribadi. Baik dalam bentuknya pengalaman menyenangkan atau menyedihkan. Dari sana timbul rasa simpati yang dirasakan oleh kedua belah pihak.

Menumbuhkan Motivasi – Tidak jarang pula dari informasi yang dibagikan menimbulkan motivasi tersendiri. Apabila pesan tersebut berisi kisah – kisah inspiratif yang mampu menggugah kepribadian diri



Manfaat Mempelajari Komunikasi Antar Pribadi

Komunikasi antar pribadi menjadikan kita lebih mengenal diri sendiri dan terbuka pada orang lain, serta mengetahui cara menanggapi dan memprediksi sikap dan tindakan orang lain pada kita.

Membuat kita menjadi lebih mengetahui dan mengenal lingkungan, kejadian sekitar juga orang lain.

Mengajarkan kita untuk lebih menghargai dan memelihara hubungan yang baik dengan orang lain guna meningkatkan rasa positif dalam diri dan meniadakan rasa kesepian, ketegangan dan stress.

Banyak waktu dapat dimanfaatkan untuk merubah pandangan orang tentang kita melalui komunikasi antar pribadi.

Ilmu komunikasi antar pribadi dapat dimanfaatkan untuk membantu orang lain dalam mmberikan nasihat dan saran seperti pada pekerjaan psikiater, psikolog dan ahli terapi.

Demi menunjang kehidupan sosial, kita juga memelihara hubungan dengan orang lain, sahabat, orang tua, pasangan juga saudara. Oleh karena itu, komunikasi antar pribadi sebaiknya mulai diterapkan dalam diri kita sendiri, agar memudahkan kita dalam berkomunikasi dengan orang lain dengan memiliki pikiran terbuka untuk menghindari kesalah pahaman.
Bahkan dalam berkomunikasi, setiap pendapat yang mengganjal dalam hati dapat tersampaikan dan menjadikan diri kita sebagai pribadi yang mampu berkomunikasi secara efektif.

Rabu, 09 Mei 2018

Makalah Konsep Dasar Negara (Oleh: Miftahurrochman)


INGSUN (Konsep Dasar Negara Kecil)
Oleh: Miftahurrochman
A. Pra Wacana
Indonesia merupakan negara kepulauan yang di kelilingi oleh lautan, jumlah luas lautan lebih luas daripada daratan. Sumber alam yang melimpah baik dari segi daratan maupun lautannya sehingga menjadikan Indonesia di lirik oleh negara-negara maju. Pertarungan ekonomi global yang sampai saat ini terjadi menjadikan Bangsa Indonesia tetap di gandrungi oleh pembisnis asing.

1. Kebutuhan manusia
Manusia merupakan makhluk hidup yang di anugrahi akal untuk berfikir, dalam sistem biologis manusia memiliki kebutuhan yang harus di penuhi (Primer). Kebutuhan primer bagi manusia adalah sandang, pangan dan papan. Kebutuhan yang harus di penuhi oleh mausia  (Primer) karena memiliki peranan penting dalamkeberlangsungan hidupnya. Seperti halnya pangan merupakan kebutuhan yang harus di penuhi oleh mausia karena dalam menjalankan aktifitasnya manusia membutuhkan energi dan enegri tersebut berasal dari pangan, kemudian dalam sandang yang menjadikan fungsi untuk melindungi manusia dari kondisi alam dalam kondisi dingin ataupun panas, selain dijadikan sebagai pelindung juga sandang merupakan lambang manusia dalam beradab dan berbudaya, selanjutnya adalah papan yang memiliki fungsi untuk melindungi diri dari serangan binatang buas, pada jaman dahulu manusia menjadikan gua sebagai tempat untuk berlindung, kemudian semaik bertambahnya jumlah manusia dan dengan kuota gua yang terbatas maka manusia membuat replika gua (sekarang dinamakan rumah).

2. Ideologi
Menentukan ideologi yang ideal bagi sebuah negara sangat peting karena untuk menjadi landasan pergerakan dan menuntun arah negara dan karakteristik masyarakatnya. dalam negara indonesia memiliki empat pilar kebagsaan (PANCASILA, UUD 45, BHIEKA TUNGGAL IKA dan NKRI), dari keepmat pilar tersebut merupakan substansi dari nilai keagamaan yang sisoalis.
3.      Pendidikan
Didalam sistem pendidikan memiliki tujuan bahwa peserta didik harus mampu dalam mengelolah sumber daya alam yang telah di sediakan oleh alam. Pengelolaan yag di harapkan oleh para funding father adalah pengelolaan atas alat-alat produksi seperti tanah dan lautan, bgaimana dari peserta didik mampu untuk memajukan negara indonesia dalam bidang agraria dan maritim. Hal ini di picu karena kondisi geogrfis yang memaksa kepada penduduk Indonesia untuk mengolah sumberdaya yang telah tersedia.

3. Budaya
Didalam sebuah kemasyarakatan khususnya didalam Negara Indonesia memiliki budaya gotong royong. Budaya yang tealah di ciptakan oleh leluhur dan memiliki nilai sosial yang teramat tinggi, solidaritas kemasyarakatan merupakan sebuah nilai yang harus di junjung tinggi oleh masyarakat indonesia. Hal ini menjadi identitas yang turun temurun tetap di lestarikan.

4. Ekonomi
Dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya, pada zaman dahulu manusia menjadikan sistem barter untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam tukar menukar barang kebutuhan dengan hasil bumi atau hasil dari laut, seiring bertambah kompleksnya kebutuhan manusia dan ketidak samaan kebutuhan, maka manusia menjadikan benda berharga untuk menjadi alat tukar seperti kulit kerang, logam mulia, dan seiring berkembangnya zaman maka manusia menciptakan uang untuk menyamakan nilai tukar tersebut.

5. Agama
Dlam perkembangan pola keyakinan manusia yang meyakini bahwa hidup manusia ada yang membuat (mencipakan) dan manusia mempercayai bahwa ada makhluk selain manusia yang membuat sebuah tatanan alam. Sehingga manusia memiliki keyakinan dalam hati terdapat dewa- dewa langit. Sehingga seiring berjalannya keyakinan maka munculah sebuah kepercayaan tuhan monoteisme (tuhan tunggal). Dan dari keyakinan tersebut timbulah sebuah ritual-ritual untuk menjunjung tuhan yang memberikan segalanya dalam mencukupi kebutuhan manusia, serta melahirkan aturan-aturan dalam sesembahan manusia terhadap tuhannya.

Mohon maaf untuk pembaca yang belum puas dalam redaksi yang diposting oleh penulis, karena baru dalam sebatas kerangka yang masih membutuhkan banyak refrensi.